Dua Terdakwa Kasus Korupsi di LPD Serangan Dituntut Jaksa

KURUPSI-Dua terdakwa kasus korupsi di LPD Desa Adat Serangan usai menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Foto/Eli

DENPASAR-Fajarbali.com|Mantan Kepala dan mantan pegawai Tata Usaha di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Serangan, I Wayan Jendra alias Om Dje dan Ni Wayan Sunita Yanti yang menjadi terdakwa kasus korupsi di LPD Serangan dituntut hukuman berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar.

Untuk terdakwa I Wayan Jendra dituntut hukuman 7 tahun dan 6 bulan, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan dan dituntut untuk mengganti kerugian secara tanggung renteng sebesar Rp 3.749.118.000.

Baca Juga : Dua Saksi Editor Kejaksaan Sebut, Uang Rp 3,7 Miliar di LPD Serangan tidak Diketahui Penggunaanya

Baca Juga : Saksi Auditor Sebut ada Penyimpangan Pengelolaan Uang Hingga Rp 7 Miliar di LPD Serangan

Khusus untuk uang pengganti, apabila tidak mampu dibayar dalam kurun waktu satu bulan setelah putusan memiliki kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa untuk dilelang untuk membayar uang pengganti.

"Tapi apabila terdakwa tidak memiliki harta benda untuk dilelang, maka diganti dengan hukuman kurungan selama 4 tahun," sebut jaksa dalam surat tuntutannya yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga : Terdakwa Kasus Korupsi di LPD Serangan Akui ada 17 Kredit Fiktif

Baca Juga : Dua Terdakwa Kasus Korupsi LPD Serangan Jalani Sidang Perdana

Sementara untuk terdakwa Ni Wayan Sunita Yanti, oleh jaksa dituntut hukuman 8 tahun penjara dengan denda dan uang pengganti berikut subsidernya sama dengan terdakwa I Wayan Jendra.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top