Siang itu, dengan mengendarai mobil yang dibawa Aldi, ketiganya langsung berangkat jalan jalan diseputaran Denpasar. Ditengah jalan, tersangka Aldi beralasan tidak punya uang membeli bensin ke Bedugul. Aldi lalu mengajak korban ke rumah temannya Vian untuk beristirahat, sementara dia mengembalikan mobil.
"Malam itu, Aldi dan Vian datang mengendarai satu motor dan mereka bonceng 3 mencari hotel dengan tujuan istirahat yakni di Hotel Oyo di Jalan Tukad Badung Renon," terang Kompol Anom.
Sekira pukul 23.00 wita, Aldi memboking satu kamar hotel, setelah itu temannya Vian pulang. Jadi di kamar itu hanya Aldi, NMF dan NKT. Namun entah bagaimana mereka sepakat mencari uang dengan cari BO.
Tersangka Aldi memiliki ide untuk mendownload Michat untuk mencari tamu. Nah, sekira pukul 01.00 wita
lewat aplikasi michat, NMF mendapat tamu dan dibayar sebesar Rp. 150 ribu. Tak lama, sekira pukul 02.00 wita datang lagi 2 tamu. Kedua pelajar itu yakni NMF dan NKT langsung melayani tamu tersebut, setelah selesai dibayar Rp. 150.000 per orang.
Dari hasil uang lendir tersebut, tersangka Aldi yang memegang uang untuk pembayaran kamar hotel. Sedangkan sisanya masih dipegang Aldi. Agar kedoknya tidak terbongkar, kedua korban diajak Aldi pindah ke hotel Amerta, Hotel GM Bali, Hotel Dedelis dan Hotel Graha Pande, tertanggal 30 Nopember 2020.
Di hotel tersebut, kedua korban kembali dijual ke lelaki hidung belang. Mirisnya saat berada di Hotel Graha Pande, korban NMF mendapat perlakuan kasar dari Aldi. Korban dianiaya hingga akhirnya mereka berniat kabur dari Hotel, 1 Desember 2020 lalu. "Setelah kabur dari hotel, korban melaporkan ke orangtuanya dan kemudian dilaporkan ke Polresta Denpasar," ungkap Kompol Anom.










