DENPASAR-Fajarbali.com |Sekaa Gong Gita Swastika dari Banjar Adat Tengkulung, Desa Adat Tengkulung, Kecamatan Kuta Selatan, tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Drama Gong Tradisi pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (24/6).
Ketua Listibiya Kuta Selatan, I Wayan Deddy Sumantra mengungkapkan, pelestarian Drama Gong Tradisi dinilai penting karena tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan budaya bagi generasi muda. “Kesenian ini mampu melahirkan generasi seniman yang memiliki kemampuan berbahasa Bali yang baik sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal,” katanya ditemui sebelum pementasan.
Pada pementasan kali ini, Sekaa Gong Gita Swastika mengangkat lakon berjudul “Tirta Usada Segara” yang terinspirasi dari keberadaan Tirta Amerta di kawasan pesisir Desa Adat Pedungan Peluh. Tirta tersebut dipercaya memiliki fungsi penting dalam berbagai upacara penyucian dan pengobatan tradisional.
Ketua Sekaa Gong Gita Swastika, Wayan Wiana Aditya Pratama mengatakan, kisah yang diangkat juga berkaitan dengan sejarah dan perjalanan spiritual Pura Dalem Tengkulung. “Cerita ini dikemas dalam bentuk Drama Gong agar dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda mengenai asal-usul dan warisan budaya desa mereka,” ucapnya.
Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih empat bulan. Tantangan terbesar yang dihadapi panitia adalah menyatukan waktu latihan para anggota yang memiliki kesibukan berbeda, mulai dari bekerja hingga masih bersekolah. Menurutnya, keberhasilan pementasan tidak lepas dari kerja sama seluruh anggota yang berupaya mengesampingkan ego demi tujuan bersama.










