Dosen FST UNR Teliti Efektivitas Sumur Resapan di Pusat Pemerintahan Provinsi Bali

Dosen FST UNR

Dalam penelitian ini, Tri Hayatining Pamungkas dibantu seorang mahasiswanya, I Kadek Budhi Warsana, serta dosen dari Universitas Udayana (Unud), Mawiti Infantri Yekti.

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Analisis dilakukan untuk menghitung dan mendeskripsikan efektivitas sumur resapan dalam mengurangi risiko banjir yang terjadi di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Bali dengan cara menurunkan risiko banjir menggunakan penerapan Sistem Informasi Geografis dalam menganalisis efektivitas sumur resapan.

Kajian dilakukan di wilayah rawan banjir Kelurahan Renon yang masuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Ngenjung. DAS Ngenjung mempunyai luas 3.28 km2 dan 5.54 km untuk panjang sungainya.

Adapun jenis sungainya adalah perennial yang berarti aliran dasar berasal dari air tanah. Selain itu, DAS Ngenjung dipilih karena lokasinya berada di kawasan pusat pemerintahan, jadi sangat praktis menjadi lokasi percontohan untuk dapat mengenalkan penerapan sumur resapan pada warga sekitar juga sebagai bentuk dukungan dalam membangun infrastruktur hijau yang berkelanjutan.

Tim peneliti telah melakukan review hasil penelitian terdahulu, utamanya terkait dengan keterbatasan data spasial dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan akurat dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan tujuan untuk memodelkan sistem sumur resapan.

Analisis perencanaan sumur resapan mendapatkan hasil wilayah studi dengan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu berupa sub DAS Ngenjung memiliki efektivitas penurunan debit dan volume puncak banjir kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, 100 tahun, dan kala ulang 200 tahun dengan efektifitas penurunan yang beragam dari  8.61% sampai 31.24%.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top