DENPASAR-fajarbali.com | Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano. Album jazz ini kini telah tersedia di Spotify dan berbagai platform musik streaming lainnya.
Dodot merupakan pianis kelahiran Malang yang telah lama menetap di Denpasar, Bali. Perpindahannya ke Bali pada awal dekade 1980-an bukan sekadar perubahan kota, melainkan titik yang membuat musik menjadi profesi serius. Sejak saat itu ia aktif sebagai pianis berbagai panggung hotel ternama di Bali dan menjalani karier panjang sebagai solo pianis.
Dalam rentang lebih dari empat dekade tersebut, Dodot tidak pernah menyebut dirinya seniman. Ia memilih istilah “pekerja seni” karena merasa tugasnya adalah melayani. “Mulai tahun 1983 sampai kemarin saya itu bukan seniman, tapi saya sebagai pekerja seni,” ujarnya.
Dodot memang terbiasa memainkan standar jazz, Top 40, hingga lagu-lagu permintaan tamu. Pola kerja itulah yang membuatnya dikenal sebagai entertainer andal, namun belum memiliki rekaman karya pribadi.
Lalu kesadaran untuk mendokumentasikan karya sendiri muncul belakangan. Dorongan datang dari lingkar terdekat yang mempertanyakan posisinya sebagai musisi tanpa diskografi. “Kalau disebut kamu seniman itu, kamu harus punya karya,” kata Dodot, mengingat ucapan yang kemudian mendorongnya masuk studio. Dari titik inilah The Story of White Piano mulai menemukan bentuknya.
Embrio proyek ini sebenarnya telah dirancang sejak 2020, sebelum pandemi. Rencana tersebut sempat tertunda karena berbagai situasi dan kesibukan masing-masing personel. Setelah waktu yang tepat ditemukan, Dodot merealisasikannya bersama Helmy Agustrian pada double bass dan Wisnu Priambodo pada drum. Produksi digarap bersama Anom Darsana di Antida Music Productions.










