Sedangkan Ny. Kristiani Suiasa mengatakan ketertarikannya terhadap industri Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) melakukan pengolahan sampah hingga dibuat menjadi briket (batu bata), conblock, budidaya maggot, dan dijual untuk energi.
Sementara Kepala Dinas DLH Kab. Banyumas Widodo Sugiri menyambut baik kedatangan rombongan dari Kabupaten Badung. Dipaparkan tahap awal proses pengolahan sampah di TPST dimulai dari pemilahan sampah yang masuk hanggar oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sampah dipilah antara high value (rongsok) dan organik serta anorganik dengan dicacah menggunakan mesin gibrig. TPST Kedungrandu melayani sampah dari 3.100 pelanggan yang terdiri dari 3.067 KK sampah rumah tangga dan 33 Non rumah tangga. Sampah yang masuk ke TPST Kedungrandu dan terkelola, jika dirata-ratakan 21.037 ton/hari. Sampah- sampah tersebut selanjutnya diproses dengan mesin hingga memperoleh hasil yang siap sesuai peruntukannya baik itu pakan maggot untuk yang organik, conblok dan batako hingga sebagai bahan bakar pengganti batubara bagi industri. Dan di akhir sampah residu diproses kembali oleh alat pirolisis digunakan untuk mengolah dari hasil pengolahan sampah lewat cara dibakar.W-004










