Menurut mantan Ka.SPN di Polda Riau ini, masuknya kurikulum tertib lalulintas dalam pelajaran sekolah sangatlah penting. Tujuannya jelas, agar generasi muda secara dini sadar dan mampu mengedukasi tata cara berlalulintas yang baik, santun dan lancar.
"Sekaligus bisa mengubah perilaku pengendara agar selalu berhati-hati di jalan. Jika masyarakat sudah disiplin berkendara, kemungkinan bisa menekan tingginya angka kecelakaan," ungkapnya.
Kombes Indra mengakui program masuk ke sekolah sekolah ini dulunya ada, tapi sekarang ini belum efektif dilakukan karena ditengah wabah pandemi. Seperti Go To Schooll dan Polisi Sahabat Anak.
Program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir anak-anak tentang tata cara keselamatan berlalulintas. "Karena kondisi pandemi sekarang ini belum efektif tapi nanti akan kami giatkan kembali," terangnya.
Diterangkannya, untuk merubah mainset seseorang sangatlah sulit. Perlu dilakukan secara perlahan-lahan atau secara bertahap.
"Dimulai dari anak TK ini. Mereka diajarkan supaya dekat dan bersahabat dengan Polisi dan jangan takut sama Polisi. Kesadaran harus tumbuh dimulai dari diri sendiri bukan takut dengan petugas. Takutlah dengan pelanggaran karena pelanggaran itu akan mencelakakan kita," imbuhnya. (hen)










