“Sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia, Bali menerima lebih dari 6,3 juta wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2024. Ini membuka peluang besar bagi kami untuk menawarkan produk asuransi,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama Brellian Gema, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, menegaskan bahwa langkah Jasindo di Bali adalah bagian dari strategi besar untuk memperluas jangkauan perlindungan asuransi di sektor-sektor kunci nasional.
“Bali merupakan etalase Indonesia di mata dunia, dan sektor-sektor strategis di dalamnya seperti pariwisata dan pertanian harus mendapat proteksi maksimal,” tegas Brellian.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali I Wayan Sunada mengakui bahwa kesadaran petani mengasuransikan padinya masih rendah.
Namun ia memastikan Distanpangan Bali telah menyosialisasikan AUPT dari Jasindo sejak lama, dan akan terus dilanjutkan hingga jumlah kepesertaannya meningkat bahkan 100 persen.
"Setiap ke lapangan kami terus imbau petani agar ikut AUPT untuk mencover risiko gagal panen. Niat baik Jasindo ini tentu sangat membantu kita," jelasnya.










