
FOTO: Kepala Distanpangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, bersama Kadis Pertanian Karangasem Ngurah Siki dan Kepala Balai Besar Veteriner (BBVET) Ketut Wirata, menyuntik vaksin PMK untuk sapi di wilayah Desa Tumbu, Karangasem.
AMLAPURA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Setelah menerima 17.000 dosis vaksin dari Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu, Pemprov Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan), bergerak cepat mendistribusikan ke sembilan kabupaten kota.
Hingga Kamis (23/1/2025), 7.000 dosis vaksin telah tersalurkan dan disuntikkan langsung ke berbagai daerah se Bali. Bahkan Kepala Distanpangan Provinsi Bali Dr. I Wayan Sunada, SP., M.Agb., turun langsug menyuntik sapi.
"Kami optimis sisa lagi 10.000 dosis pasti habis terdistribusikan akhir Januari ini," ungkap Sunada didampingi Kadis Pertanian Karangasem Ngurah Siki dan Kepala Balai Besar Veteriner (BBVET) Ketut Wirata, di sela penyuntikan sapi di Banjar Dinas Kebon Tumbu, Desa Tumbu, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Kamis (23/1/2025).
Diakuinya, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan akselerasi distribusi vaksin di tengah keterbatasan tenaga. Selain itu, kendala yang dihadapi yakni persebaran sapi yang berada di daerah sulit terjangkau akses kendaraan, seperti perbukitan, dan pedesaan.
Sunada menambahkan, populasi sapi di Bali saat ini sejumlah 391.455 ekor. Tahun lalu ada pertumbuhan sekitar 500 ekor. Populasi ini akan terus ditingkatkan berikut dengan menjaga kualitas kesehatannya, salah satunya dengan pemberian vaksin.










