Lebih jauh tutur Bupati yang memiliki latar belakang seorang dokter itu mengakui penanganan kasus dropout atau siswa memiliki gangguan belajar it uterus dilakukan serta hal itu merupakan menjadi program kerja 100 hari kedepan dalam menangani kasus tersebut.”Kita nanti akan terus mencari tahu atas hal itu dan dalam memajukan dunia Pendidikan merupakan menjadi program kerja kami. Hal ini merupakan menjadi tanggungjawab kita bersama dalam mengatasi masalah Pendidikan hingga dropout yang terjadi,”tutupnya. @gus










