Dinilai Tidak Layak Dikomsumsi 12 Ton Beras Bantuan Sembako Diganti

SINGARAJA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sebanyak 12 ton beras bantuan sembako untuk warga Desa Bondalem yang saat ini sedang menjalani karantina desa terkait penanganan Covid-19 diganti sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Buleleng. Saat ini beras dari Perum BULOG yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi oleh warga Desa Bondalem, sudah diganti dengan beras yang memiliki kualitas lebih baik dan layak untuk dikonsumsi.

 

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengungkapkan Pemkab Buleleng akan tetap mengupayakan untuk kesejahteraan masyarakatnya walaupun dalam situasi pandemi seperti saat ini. Salah satunya yakni permintaan dari warga Desa Bondalem yang sedang menjalani karantina desa terkait dengan beberapa ton beras yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi sudah diganti. Ia menyadari bahwa beras dengan jumlah yang cukup banyak tentu beberapa diantaranya tidak menutup kemungkinan kualitasnya kurang baik.

”Selama 14 hari masa karantina desa, tidak ada pengurangan bantuan untuk warga yang terdampak, kami selalu berupaya untuk memenuhi apa yang dibutuhkan,”ujarnya, Sabtu (9/5/2020) lalu.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng, I Gede Sandhiyasa, S.Sos.,M.Si saat ditemui diruang kerjanya. Terkait dengan beras yang dinilai kurang layak dikonsumsi tersebut, pihaknya langsung melakukan pendekatan terhadap Perum BULOG. Alhasil sebanyak 12 ton tersebut sudah diganti sepenuhnya, dan langsung didistribusikan ke Desa Bondalem. Selain dilakukan pengecekan terhadap fisik beras, pihak Dinsos Buleleng juga melakukan pengecekan dengan cara dimasak langsung.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top