Dinas Pertanian Gianyar Dapat Rapor Merah

Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar saat ini sedang was-was mendapat rapor merah dari Kementerian Pertanian RI. Hal ini akibat produksi pertanian khususnya gabah menurun dari tahun sebelumnya.

GIANYAR-fajarbali.com | Hal ini disampaikan Kabid Subak Dinas Pertanian Gianyar, Nyoman Tri Budi Artanto, Selasa (19/12/2017).“Kita khawatir saja, karena produksi pertanian gabah di seluruh Indonesia terus dipantau Kementerian Pertanian,” terang Tri Budi Artanto.

Kekhawatirannya ini cukup beralasan, karena dua subak besar di Gianyar sendiri di Tahun 2017 tidak bisa maksimal melakukan tanam padi. Hal ini terjadi di Subak Gede Buahan, Kecamatan Payangan yang terdiri dari beberapa subak dan luasnya mencapai sekitar 500 hektar. Subak lain yang tidak bias maksmimal melakukan pola tanam adalah di Subak Payal, Desa Tegal Tugu, Kecamatan Gianyar.

“Praktisnya sekitar 800 hektar lahan tidak bisa produksi gabah dengan maksimal di Tahun 2017 ini,” tambah Tri Budi Haratanto. Hal ini belum termasuk subak lain yang mengalami kerusakan saluran irigasi.

Dengan tidak menanam padi di dua subak besar tersebut, maka produksi gabah di Kabupaten Gianyar mengalami penurunan. Bila perhektarnya produksi gabah sekitar 6 ton, maka untuk satu kali masa tanam, kehilangan produksi gabah sekitar 4.800 ton gabah.

Sehingga hal ini disebutkan menjadi perhatian Kementerian Pertanian RI. Sedangkan tidak maksimalnya produksi gabah ini disebabkan saluran irgasi mengalami kerusakan. Dijelaskannya, saluran irigasi di Subak Gede Buahan mengalami kerusakan karena terowongan irigasi mengalami penyumbatan. Sedangkan saluran irigasi untuk Subak Payal, Desa Tegal Tugu karena saluran irigasinya mengalami kebocoran di dua titik.

“Kami sudah jelaskan persoalan yang kami hadapi, bahkan staf kemeterian turun ke lokasi untuk mengecek kondisi saluran irigasi,” papar Tri Budi Hartanto.

Disisi lain, perbaikan saluran irigasi di Subak Gede Buahan sedang dalam proses pengerjaan. Dimana perbaikan irigasi sudah tuntas dilaksanakan dan saat ini masih sedang melakukan pendalaman terowongan saja. Terowongan irigasi di subak tersebut diperdalam lagi 60 cm sepanjang sekitar 150 meter. “Selesai melakukan pendalaman terowongan, air dipastikan mengalir. Saat ini sedang dikerjakan,” jelasnya. Dengan kondisi tersebut, dapat dipastikan Subak Gede Buahan siap melakukan penanaman padi di Bulan Februari atau Maret.

Sedangkan untuk perbaikan saluran irigasi Subak Payal, Tegal Tugu dan Abian Base, perbaikan irigasinya baru dilaksanakan di Tahun 2018 nanti. Dirinya tidak mengetahui berapa anggaran untuk perbaikan saluran irgasi tersebut, mengingat vranah perbaikan ada di Dinas PU. “Berapa anggarannya, kami tidaka tahu pasti. Namun yang jelas perbaikannya di Tahun 2018,” bebernya.

Rapor merah yang dimaksud Tri Budi Hartanto mengingatb dalam pantauan Kementerian Pertanian, produksi gabah mengalami penurunan sejak Tahun 2016 lalu. Sehingga bila produksi gabah terus mengalami penurunan, maka bantuan dari pusat tentu berkurang atau tidak dapat sama sekali. “Kita belum tahu rapornya, Januari nanti akan turun hasil penilaiannya. Kalau produksi melebihi tahun sebelumnya, lampu hijau, bila menurun produksinya diberi lampu merah. Kita agak was-was saja,” tandasnya. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wisatawan Menurun, Desa Paksebali Promosikan Wisata Kuliner

Sel Des 19 , 2017
Libur sekolah telah tiba, sejumlah objek wisata mulai ramai dikunjungi wisatawan. Namun, tak demikian dengan objek wisata Sungai Unda di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung.