Selain itu, program ini juga berdampak positif bagi lebih dari 100.000 anak balita yang dimonitor pertumbuhan dan perkembangannya, sehingga balita yang berisiko wasting (gizi buruk dan gizi kurang) dapat dideteksi secara dini dan segera ditangani.
“Untuk itu kami menggugah kepedulian sosial untuk bergotong royong. Kami besyukur antusiasme nasabah dan masyarakat sangat tinggi,” kata Hery memungkasi.










