Diduga Sering Lakukan Intirvensi Terhadap Desa Adat, Ratusan Warga Masyarakat Datangi Kantor Perbekel

WhatsApp Image 2025-03-06 at 13.00.08_a4aa9d39
Warga Masyarakat Desa Sudaji demo di depan kantor desa

Sedangkan menurut Gede Arta Yasa yang juga merupakan tokoh tua yang ada di Desa Sudaji mengakui kalau sifat perbekel Fajar selalu dilakukan dengan sewenang-wenang yang tidak sesuai dengan aturan hukum desa yang Bernama awig-awig serta perarem desa.”Sikap perbekel Fajar ini sudah sangat menyalagi aturan desa yang dinamai awig-awig desa dan perarem desa yang selalu menilai bedesa kami salah dalam melangkah tanpa ada landasan yang jelas,”tutur Yasa.

Bahkan Fajar juga dinilai menginginkan jabatan seorang Bendesa dengan mau mengganti bendesa dengan kehendaknya sendiri. Bukan hanya itu, bahkan pihak perbekel menginginkan untuk mengalihkan asset desa adat yakni ingin menguasai pasar tradisional yang sekarang dikelola oleh desa adat.”Jabatan bendesa ingin diambil dan akan diberikan oleh ketua BPD Desa Sudaji. Yang selalu membuat keonaran di desa yakni tiga orang yakni perbekel, ketua BPD dan Ketua LPM yang ada di Desa Sudaji dimana ketiga orang ini ingin menguasai desa adat dan desa dinas,”lanjutnya.

Dikonfirmasi kenapa ingin menguasai Desa Adat? Dirinya menilai kemungkinan ingin menguasai desa adat lantaran melirik asat LPD yang merupakan dibawah naungan desa adat yang memiliki asset sangat besar.”Kalau menurut kami ketiga orang itu ingin menguasai desa adat lantaran melirih asset LPD yang begitu besar agar dapat dikendalikan,”lanjutnya.

Yasa juga meminta kepada Perbekel Fajar agar mundur dari jabatannya lantaran dinilai selalu arogan dan tidak mampu bertindak selaku seorang pemimpin desa serta Perbekel juga dinilai tidak pernah membuat pertanggungjawaban terhadap dana desa yang nilainya meliaran.”Tuntutan kami agar perbekel mundur. Sebagai seorang pemimpin tidak bisa bersikap pemimpin atau mengayomi Masyarakat serta perbekel tidak pernah membuat pertanggungjawaban terhadap dana desa yang nilainnya miliaran kepada Masyarakat yang mana kegunaan dana desa itu tidak jelas,”tuntutnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top