Penunjukkan kembali Suarta, lanjut Arthanegara, tidak ditentukannya sendiri. Setelah masa pendaftaran calon rektor ditutup, pihak yayasan menggelar rapat khusus sehingga muncul kesepakatan memilih Suarta kembali.
Selain itu, pertimbangan dipilihnya Suarta juga dilihat dari rekam jejaknya yang merupakan alumni angkatan pertama kampus yang sebelumnya bernama IKIP PGRI Bali ini.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Suarta, UPMI terbukti mengalami kemajuan dengan mendapat akreditasi di prodi-prodi yang ada. Mulai dari akreditasi baik, baik sekali, hingga akreditasi unggul.
Selain itu, juga berhasil dalam perubahan status dari institut menjadi universitas serta tambahan prodi lainnya, hingga Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Pencapaian pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat sangat signifikan, sehingga UMPI mampu bersaing, sejajar dengan perguruan tinggi swasta yang ada,” ungkapnya.
Rektor menerima tongkat komando dari Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd.
Usai pelantikan, Suarta menyampaikan kesiapannya membawa UPMI ke depan untuk jauh berkibar. Lebih tinggi.
"Terima kasih atas kepercayaan yayasan kepada dirinya sebagai rektor. “Saya sudah 41 tahun di UPMI mulai dari nyapu dan juga jadi pesuruh,” kata Suarta.
Suarta juga menuturkan bahwa dirinya mendapatkan pembinaan dan juga pendidikan langsung dari para pendiri UPMI. Mulai dari kedisiplinan hingga kesabaran yang diajarkan Arthanegara.

“Semua dimulai dari satu kata yakni mau. Hidup itu adalah pilihan, sehingga harus diintensifkan dengan kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas, dan juga kerja tuntas. Selain itu, harus diiringi dengan doa. Jika semua itu dilakukan, maka alam semesta akan memberikan jalan keluar ketika kita ada masalah,” tuturnya.











