Sementara, Lurah Gilimanuk I Gede Wariana Perbawa didampingi Sekcam Melaya, Kadek Arianta dan ketua Kelompok Wana Asri , Ismail menyebutkan kelompok komposting ini baru melakukan pengolahan sampah. Kurang berjalannya, karena kondisi mesin serta peralatan bantuan CSR dari PLTG, sudah ada yang rusak. Salah satunya mesin pencacah dauh, sering digunakan untuk pencacah ranting, sehingga kondisinya cepat rusak. Kelompok pengolahan sampah ini sebanyak 16 orang dan sebagian besar bekerja.
“Jadi mereka datang mengolah sampah mulai pukul lima sore dan memang saat ini pengolahan sampah masih menjadi pekerjaan sambilan,” terangnya. Sementara ini katanya, yang baru diolah hanya sampah organik saja, sedangkan sampah plastik serta logam dikirim ke TPA Peh. Dia mengaku hasil kompos organik sudah ada, namun hasilnya jualnya belum maksimal. Kelompok ini masih membutuhkan bantuan peralatan mesin, gergaji mesin dan gerobak dan sarana lainnya. (prm)










