Dewan Dorong Pemkab Bangli Manfaatkan SKB Kayuambua Jadi Ruang Isolasi Khusus Bagi PMI

BANGLI - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Untuk meminimalis penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangli, kalangan DPRD mengusulkan dan mendorong Pemkab Bangli segera membangun tempat isolasi atau karantina khusus bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri. Salah satu tempat yang diusulkan dan bisa dimanfaatkan sebagai tempat isolasi bagi pekerja migran ini yakni, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kayuambua, Susut.

 

Hal ini, ditegaskan Anggota DPRD Bangli I Nengah Darsana saat dihubungi Senin (13/04/2020). Menurut Politisi Partai Golkar asal desa Landih ini, yang dilakukan sekarang di Bangli masih sebatas isolasi mandiri bagi para PMI yang baru datang. “Terkait dengan itu, sekarang kita kembalikan pada orangnya. Kalau dia ketat dan disiplin, mungkin bisa melewati waktu penularannya,” jelasnya. Namun dilihat dari kecendrungan penularan yang terjadi, justru lebih banyak yang terpapar virus corona adalah para PMI ini. Karena itu, Pemkab Bangli diminta sudah harus bersiap membuat semacam lokalisasi yang dilengkapi ruang isolasi tersebut. “Dari hasil rapat kita di DPRD, Gedung SKB Kayuambua bisa dipergunakan untuk tempat karantina dan penampungan sementara bagi para PMI yang baru datang. Disana banyak ruangan yang cukup representative. Itu bisa dipakai. Melihat perkembangan trend kasus saat ini, sudah waktunya Pemkab angli mengambil langkah-langkah seperti itu,” urai Darsana yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bangli ini.

Hal ini belajar juga dari kasus yang terhadi di desa Belanga, Kintamani. Diman salah satu warganya yang baru datang dari luar negeri, memang hasilnya testnya negative. Namun perkembangan terakhir, justru ibunya yang positif Covid-19. “Ini kita heran juga, kok bisa penularannya seperti itu. Makanya, disamping terus memberikan himbauan kepada para PMI agar tetap disiplin melakukan isolasi mandiri, Pemerintah juga hendaknya menyiapkan secara khusus tempat karantina tersebut,” bebernya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top