Dewan Bangli Harapkan Eksekutif Pasang Target PAD Secara Realistis

BANGLI – fajarbali.com | Ditengah wabah pandemic Covid-19, kalangan DPRD Bangli berharap agar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diminta  tidak berasumsi teralu tinggi.

Para wakil rakyat ini, meminta eksekutif untuk memasang target secara realistis. Sebab, bila asumsi tidak terpenuhi dikhawatirkan akan berdampak pada program yang telah tersusun dalam APBD nanti. Demikian terungkap saat rapat kerja antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli dengan TAPD Pemkab Bangli. Saat itu, raker dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangi I Komang Carles. Sementara  dari TAPD Bangli dihadiri Kepala Badan keuangan, Pendpatan dan Aset Daerah I Ketut Riang serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,  I Putu Ganda Wijaya

Waki Ketua DPRD Bangli I Komang Carles menegaskan, eksekutif hendaknya memasang target secara realistis. Semisal kata Carles, kalau kita punya Rp 100, ya senilai itu kita masukan. “Jadi jangan terlalu berlebihan, takutnya program yang dirancang susah payah malah tidak bisa terdanai. Kita realistis saja dalam memasang anggaran,”pintanya.

Disampaikan, dalam KUA/PPAS tahun 2021, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli dirancang Rp 119 milyar. Sementara dalam APBD induk 2020 APBD Bangli sempat ditarget Rp 165 milyar, namun karena pandemic covid 19 akhirnya direfocusing menjadi Rp 100 milyar. “Jadi target yang dipasang tahun 2021 mengalami kenaikan Rp 19 milyar,”sebutnya.

Sementara untuk realisasi PAD Bangli dalam semester pertama 2020, baru mendekati Rp 50 miliar. Sedangkan dalam  KUA/PPAS 2021, eksekutif memasang asumsi Rp 119 milyar. “Nah, hal ini lah sempat dipertanyakan oleh anggota Banggar karena asumsinya terlalu tinggi apalagi ditengah wabah pandemic Covid 19,” bebernya. Karena itu, pihaknya memutuskan untuk menggelar raker dengan OPD penghasil. “Paginya kita gelar rapat kerja dengan OPD penghasil, setelah itu dilanjutkan dengan rapat TAPD. Kita ingin clearkan PAD dulu, apakah PAD akan tetap Rp 119 milyar atau turun,”katanya sembari menyebutkan KUA/PPAS direncanakan  akan ditetapkan 14 Agustus, besok.

Hal serupa juga dipaparkan anggota Banggar Ketut Suastika. Kata dia, ditengah situasi  pandemic  covid 19, tentu sejumlah pemasukan akan menurun. Sebut saja sector pariwisata yang menjadi andalan, kini dipastikan pundi-pundi PAD yang dihasilkan akan anjlok. “Kita tidak tahu bagaimana situasi tahun 2021 nanti. Apakah bisa normal atau tidak, ini perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan target dan asumsi dalam perencanaan APBD Bangli,” jelasnya.  Disisi lain, Kepala BKPAD Bangli I Ketut Riang menyebutkan, terkait dengan target PAD Rp 119 milyar  tersebut telah berdasarkan laporan dari OPD penghasil. “Asumsi PAD ini telah sesuai dengan laporan dari OPD penghasil,”katanya. Hanya saja, karena Covid – 19 target PAD telah dilakukan penyesuaian kembali. (arw) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Petugas Periksa Kesehatan Sejumlah Ternak Sapi

Rab Agu 12 , 2020
NEGARA – fajarbali.com | Upaya menjaga dan menyelamatkan populasi sapi-sapi Bali, dilakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan tersebut dilakukan petugas bidang kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, di Banjar Pabuahan Desa Banyubiru Kecamatan Negara, Rabu (12/8/2020).