Ia berharap capaian tersebut menjadi modal penting bagi Desak menghadapi seri berikutnya di Chamonix, Prancis, pada 10-12 Juli 2026. Pihaknya juga mengajak masyarakat Buleleng dan Bali untuk terus memberikan doa dan dukungan kepada Desak Made Rita Kusuma Dewi serta Kadek Adi Asih agar kembali mampu mengharumkan nama Indonesia.
Selain menyumbangkan medali emas nomor speed individu putri, Desak juga mempersembahkan medali perak nomor mixed relay bersama Antasyafi Robby Al Hilmi serta medali perunggu nomor relay putri bersama Rajiah Sallsabillah. Satu medali perunggu lainnya bagi Indonesia diraih Raharjati Nursamsa dari nomor speed putra.
Indonesia pun menutup World Climbing Series Krakow 2026 dengan koleksi satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu dari lima nomor speed yang dipertandingkan. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga klasemen akhir sekaligus menjadi modal menghadapi rangkaian kejuaraan dunia berikutnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Desak. Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Buleleng untuk terus mengembangkan kemampuan hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet-atlet Buleleng lainnya agar bisa berlaga tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional,”ujarnya.
Supriatna menambahkan, KONI Buleleng terus meningkatkan pembinaan atlet di seluruh cabang olahraga. Upaya tersebut dilakukan untuk melahirkan lebih banyak atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama Buleleng di berbagai ajang.










