Desa Kamasan Darurat Sampa

SEMARAPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Meski Klungkung dikenal sukses menggulirkan program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), namun nyatanya di sejumlah desa, sampah justru masih menjadi masalah utama. Salah satunya, di desa wisata Kamasan.

Nyaris satu minggu lamanya, sampah-sampah rumah tangga menumpuk. Pihak desa mengaku kebingungan membuang sampah lantaran kerganjal lahan. 

Pantauan di lokasi, sejak sebelum Hari Raya Nyepi sampah di depan rumah warga sudah tidak diangkut. Bahkan hingga Minggu (10/3/2019), tumpukan sampah semakin tinggi. Aroma busuk pun mulai tercium dari sampah yang meluber sampai badan jalan. Ironisnya, karena tak adanya kejelasan mengenai kondisi tersebut, sejumlah warga terpaksa membuang sampah ke sungai terdekat. 

Menyikapi situasi ini, Perbekel Kamasan, IB Danendra mengaku sangat sedih. Dirinya menjelaskan, sebelumnya pihak desa diizinkan membuang sampah ke Kabupaten Gianyar. Namun, kini kondisinya sudah berbeda, tempat tersebut sudah ditutup. Sejak saat itulah, pihak Desa Kamasan kesulitan untuk mencari tempat penampungan. Sedangkan Desa Kamasan tidak memiliki lahan sebagai tempat pembungan sampah. 

"Sampah masih dikelola desa, tapi sekarang macet karena tidak ada tempat penampungan. Kita tidak punya lahan untuk tempat mengelola. Jadi pengangkutan sampah kita pending dari sebelum Nyepi. Dulu masih bisa buang ke Gianyar, sekarang sudah ditutup. Sedih sekali saya," ujar IB Danendra. 

Sejauh ini, IB Danendra mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab dan juga prajuru desa. Namun, belum ditemukan titik temu. Berkoordinasi dengan desa-desa tetangga yang menggulirkan program TOSS juga sudah, tetapi semuanya menolak karena keterbatasan tempat. "Sejak sebelum Nyepi kami sudah buat paruman ke seluruh kelian banjar, tapi belum ada soulusi," imbuhnya sekaligus meminta maaf dan mengatakan pasrah bila ada warga yang protes terkait kondisi ini. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top