Demo Hari Buruh Ricuh, Ormas PGN Hadang Mahasiswa AMP

597 Personil Terdiri dari Gabungan Polresta Denpasar dan Pecalang Dikerahkan

(Last Updated On: )

BENTROK-Hari Buruh di Renon, organisasi masyarakat Patriot Garuda Nusantara bentrok dengan Aliansi Mahasiswa Papua. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Aksi demo Hari Buruh (Mayday) pada Senin 1 Mei 2023 yang berlangsung di parkir timur Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar Timur, diwarnai bentrok. Kubu Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan organisasi masyarakat (ormas) Patriot Garuda Nusantara (PGN) terlihat adu fisik hingga berujung aksi pukul, namun berhasil dilerai aparat kepolisian. 
 
Sekedar informasi, sekitar 30 orang mahasiswa AMP menggelar demo di depan Bundaran Hang Tuah, Renon sekitar pukul 09.00 wita. Mereka berkumpul dan hendak menuju Parkir Timur Lapangan Renon. Apa daya, belum sempat menyampaikan aspirasi, mereka dihadang masa PGN yang sudah menunggu sejak lama. 
 
Bisa ditebak setelah bertemu, kedua belah pihak pun terlibat cekcok dan situasi pun memanas. Cekcok mulut berakhir dengan insiden saling pukul dan lemparan batu. 
 
Tidak hanya itu, ada juga helm yang dilempar ke arah pengunjuk rasa. Aparat kepolisian yang terlibat dalam pengamanan itu berusaha melerai dan memukul mundur mahasiswa AMP. 
 
Setelah bentrok mereda, massa AMP melanjutkan agendanya. Hanya saja massa aksi tak kunjung menyampaikan pernyataan sikap dan dinilai melewati batas waktu yang ditetapkan polisi. Sehingga aparat kepolisian berusaha menggiring massa aksi kembali ke titik kumpulnya. 
 
Namun kembali terjadi aksi dorong antar mahasiswa dan Polisi. Polisi kemudian bernegosiasi dan mahasiswa AMP kemudian menyampaikan aspirasinya menuntut kemerdekaan Papua. 
 
Dalam orasinya, mahasiswa menolak kehadiran aparat baik TNI maupun Polri yang dinilai telah menjajah tanah Papua. 
 
“Berikan kesempatan referendum, cabut otonomi khusus, dan hentikan pengiriman pasukan militer organik ke tahan Papua, karena hanya sebagai kedok memanfaatkan tanah kami untuk kepentingan investor asing,” ungkap mahasiswa. 
 
Selain itu, mahasiswa juga mengungkap fakta adanya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) diputar balikan. Kelompok-kelompok tersebut dikatakan bukan teroris atau separatis bersenjata. Melainkan ada untuk melindungi tanah mereka dari penjajahan pasukan militer,” ujar masa aksi. 
 
Sementara dalam pengamanan Mayday yang dilakukan Polresta Denpasar mengerahkan ratusan personel ke lokasi demo di Renon Denpasar. 
 
Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas yang berada di lokasi menerangkan ada 597 personil terdiri dari gabungan Polresta Denpasar, di back up Dalmas Polda Bali, Brimob, BKO Polres Badung dan Gianyar, Kodim 1611/Badung, Satpol PP Kota Denpasar dan Pecalang. 
 
“Ada dua titik yang menjadi fokus pengamanan sesuai hasil Rakor TFG melibatkan personel BKO. Pertama pengamanan kegiatan May Day serentak seluruh Indonesia di depan Kantor Gubernur dan pengamanan kegiatan AMP (aliansi mahasiswa papua) di depan bundaran renon Denpasar,” katanya. 
 
Kombes Bambang menghimbau kepada seluruh personel agar lebih sabar dan tidak mudah terprovokasi  saat bertugas dan selalu bersikap humanis. R-005 

Next Post

Perayaan Tumpek Wayang, Badung Gelar Jagat Kerthi

Sen Mei 1 , 2023
Mulai dari Pameran hasil pertanian organik, resik sampah plastik, menebar benih ikan, serta menanam dan merawat taman kota/telajakan, yang dilaksanakan bersamaan pada Jumat (28/4).
IMG-20230501-WA0001

Berita Lainnya