Database dan Pola Asuh Faktor Utama Cegah Stunting

IMG-20220815-WA0005-94343add
Anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana. FB/ist

Begitu juga di Bali. Menurutnya, penanganannya dirasa akan lebih mudah dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. "Kami yakin, kalau Bali ini kan tidak terlalu besar. Jadi lebih gampang (penanganannya)," paparnya.

Selain database, persoalan yang memicu terjadinya stunting di masyarakat yakni pola asuh. Politisi asal Buleleng ini menilai, tak jarang masyarakat utamanya para orang tua tak memahami bagaimana pola asuh yang baik kepada anak. Padahal, peran orang tua sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

"Sekarang yang menjadi stunting itu bagaimana cara pola asuh. Itu yang sekarang kita kejar. Kami yakin stunting itu berkurang. Dari 24 (persen) secara nasional, tahun 2024 menjadi 12 persen," tegas Kariyasa. 

Sementara untuk stunting di Bali yang angka prevalensinya 10,9 persen, semestinya ditahun 2024 bisa kurang dari separuhnya. "Kalau Bali dari 10 persen, mestinya di tahun 2024 itu kurang dari 5 persen," terang mantan Sekretaris Komisi III DPRD Bali ini.

Terakhir, masalah stunting terhadap anak tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya akan berdampak buruk kedepannya. Apalagi anak merupakan generasi penerus. "Kalau stuntingnya tinggi kan menjadi ancaman stabilitas negara. Inikan kita punya SDM emas tahun 2045," pungkasnya. W-011

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top