Dalam aspek profitabilitas, pada FY2025, Danamon mencatatkan pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp21,6 triliun, tumbuh 5%2 year-on-year. Pertumbuhan pada pendapatan operasional ini turut dikontribusikan dari pertumbuhan pendapatan non-bunga sebesar 9% year-on-year2 mencapai Rp3,7 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi dicatatkan pada pendapatan non-bunga tresuri yang tumbuh 64% year-on-year. Pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit atau PPOP) konsolidasian tumbuh 4%2 year-on-year menjadi Rp9,6 triliun. Selanjutnya, didorong oleh penurunan biaya kredit yang konsisten sebesar 10%2 year-on-year, Danamon mencatatkan laba bersih konsolidasian3 sebesar Rp4,0 triliun, tumbuh 14%2 dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam aspek rasio rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih (NIM) FY2025 sebesar 7,7%.
Pertumbuhan dan profitabilitas di atas dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio cakupan loan-at-risk (LAR coverage ratio)4 meningkat 560 basis poin2 year-on-year mencapai 54,9%, sementara rasio LAR mencapai 8,3% atau lebih baik 230 basis poin2 year-on-year. Rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio)2 mencapai 280,7%. Rasio NPL bruto2 membaik 20 basis poin2 year-on-year mencapai 1,7%. Danamon juga memiliki tingkat likuiditas dan permodalan yang kuat, dengan rasio cakupan likuiditas (LCR) sebesar 158,9%, atau lebih tinggi 14,1 poin persentase2 dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, rasio pendanaan stabil bersih (NSFR) sebesar 117,9%, serta rasio kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM) konsolidasian sebesar 25,4%, melampaui kewajiban yang ditetapkan regulasi.










