Disinggung masalah harga, kata dia, bervariasi tergantung motif dan ukuran yang dibuat. Namun karena adanya wabah corona, terpaksa pihaknya juga turut menurunkan harga jualnya. Kata dia, kalau tedung biasa harga pada saat normal sekitar Rp 300. Namun sekarang dibandrol dengan harga corona, Rp 250 ribu per pasang. Sedangkan tedung agung yang berisi ukiran, sebelumnya dibandrol hingga mencapai Rp 3 juta per pasang. Tapi, karena corona sekarang juga turun menjadi Rp 2,5 juta.
Selain menjual tedung agung pihaknya juga mulai mencoba membuat perlengkapan sarana upakara seperti lamak dan ider ider. Hanya saja,pihaknya kembali mengaku usahannya tersebut terkendala pemasaran dan bahan baku yang cukup sulit didapat diwilayah Bangli. “Dalam kondisi sekarang ini, kami berharap pemerintah bisa membantu memfasilitasi masalah pemasaran agar UMKM bisa berjalan lagi,”pungkasnya. (arw)










