Selain kedua faktor di atas, berkurangnya kesabaran juga disebabkan oleh penggunaan gawai. Supriadi menambahkan, anak-anak juga bisa menghadapi masalah perilaku seperti berkurangnya kesabaran. Anak-anak biasa mendapatkan apa pun dengan menyentuh layar dan mengklik tombol sehingga mereka menjadi tidak sabar ketika sesuatu menjadi lebih lama.
"Untuk melihatnya, berikan anak Anda sebuah ponsel dengan koneksi internet yang lambat dan lihat reaksi mereka. Ini bisa menyebabkan masalah dalam kehidupan pribadi, profesional dan akademis. Ketidaksabaran mereka hanya akan bertambah seiring berjalannya waktu," katanya.
Menurut sebuah kajian yang dipublikasikan jurnal Preventive Medicine Reports, anak muda yang menghabiskan berjam-jam atau lebih dari sehari di depan layar dua kali berisiko didiagnosis mengalami depresi dan kecemasan dibanding mereka yang menggunakan layar hanya selama satu jam sehari.
Karena anak-anak mempelajari kebiasaan ini sejak masih kecil, menjauhkan mereka dari smartphone sejak dini adalah ide yang bagus. Mungkin penggunaan smartphone dari usia yang sangat dini juga bisa berkontribusi pada peningkatan risiko. (dar).










