Cuaca Buruk, Nelayan Gianyar Nikmati Melaut Hanya 90 Hari

“Kalau potensi ikan di laut sangat tinggi, hanya saja karena gelombang tinggi nelayan tidak berani ambil risiko melaut,” jelasnya. Sekalipun ada beberapa nelayan mengadu peruntungan saat gelombang tinggi, namun penuh risiko. 

GIANYAR-fajarbali.com | Tahun 2022 ini, tahun yang tidak beruntung bagi nelayan Gianyar. Hal ini disebabkan karena dalam setahun ini sampai bulan September, nelayan Gianyar efektifnya mendapat kesempatan melaut hanya 90 hari saja. Selebihnya karena cuaca buruk, nelayan tidak berani ambil resiko maut. 
Hal ini dijelaskan Kadis Ketahanan Pangan dan Kelautan Gianyar, Gusti Ayu Dewi Hariani, Rabu (23/11/2022). Diakui dalam Tahun 2022 ini, efektif nelayan Gianyar melaut hanya dalam kisaran 90 hari. Itupun tidak dalam waktu beruntun, dimana nelayan bisa melaut sepekan lalu berhenti dan menunggu cuaca atau ombak membaik. “Kalau potensi ikan di laut sangat tinggi, hanya saja karena gelombang tinggi nelayan tidak berani ambil risiko melaut,” jelasnya. Sekalipun ada beberapa nelayan mengadu peruntungan saat gelombang tinggi, namun penuh risiko. 
 
Dikatakan lagi, hasil tangkapan ikan oleh nelayan tahun ini baru mendekati 500 ton. Jumlah hasil tangkapan ini jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 866 ton pertahun. Bahkan hasil tangkapan ikan nelayan Gianyar pernah mencapai 1.132 ton. Dewi Hariani juga menjelaskan bahwa di perairan Gianyar tidak ada semacam pelabuhan atau dermaga untuk nelayan. Dimana nelayan Gianyar sangat kesulitan menambatkan perahu atau menyandarkan perahu saat membawa hasil tangkapan ikan. “Kondisi ini membuat nelayan Gianyar justru membawa hasil panen ikan ke pantai wilayah Sanur dan hasil tangkapan dijual di sana,” tambahnya. Sedangkan dari hampir 20 km perairan Gianyar juga terkena abrasi, sehingga pesisir Gianyar sangat minim memiliki pantai berpasir yang landai. 
 
Disebut lagi, jumlah nelayan aktif saat ini berjumlah 782 nelayan yang terbagi dalam 27 kelompok nelayan. Perhatian dari pemerintah, memberikan pelatihan memperbaiki mesin perahu/sampan secara mandiri, agar tidak setiap kerusakan mesin selalu mencari bengkel. Di luar waktu 90 hari melaut tersebut, beberapa nelayan juga mengisi waktu dengan beternak Lele, pelihara sapi atau sebagai buruh bangunan. “Sedangkan istri-istri nelayan juga kami berikan pelatihan kuliner olahan ikan laut, sehingga mereka juga memiliki keterampilan bila ada yang ingin berusaha jualan makanan,” ungkapnya.sar

Next Post

Cabor Selam, Atlet Gianyar Sudah Sumbang 5 Emas

Rab Nov 23 , 2022
"Selam di nomor kolam masih ada pertandingan lagi besok hari Rabu dan hari Jumat di nomor laut. Jadi pertandingannya masih panjang, kita optimis bisa menambah perolehan medali,” harapnya penuh semangat. 
WhatsApp Image 2022-11-23 at 09.58.53-3051ef3a