CPI Dipercaya Jadi Peran Kunci Dukung Transisi Energi Indonesia

Kemitraan baru melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat transisi energi Indonesia yang adil dan berkelanjutan menuju ekonomi rendah karbon mulai terbangun.

CPI Umumkan Peran Kunci dalam Mendukung Transisi Energi Indonesia, Selasa (15/11) di Nusa Dua, Bali.

 

BADUNG – fajarbali.com | Rangkaian pengumuman pada pekan puncak presidensi G20 Indonesia ini, antara lain Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan atau Just Energy Transition Partnership (JETP) senilai USD 20 miliar untuk pendanaan iklim dan Platform Nasional.

Mekanisme Transisi Energi atau Energy Transition Mechanism (ETM) merupakan dua inisiatif penting untuk meningkatkan pendanaan iklim dan dukungan teknis dalam mempercepat upaya transisi energi terbarukan di Indonesia. 

Presiden Direktur PT SMI, Edwin Syahruzad menyampaikan, pada acara peluncuran Platform Nasional ETM yang diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, CPI telah ditunjuk sebagai mitra teknis yang dipercaya mendukung PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) selaku Manajer Platform.

Peran kunci CPI, kata Edwin, meliputi pelaksanaan kajian tentang kebijakan pembiayaan transisi, diskusi dengan pemangku kepentingan, serta penyusunan rekomendasi untuk memastikan dukungan terpadu bagi transisi energi bersih di Indonesia.

“Kolaborasi antara PT SMI dan seluruh mitra strategis kami sangat penting untuk memenuhi setiap aspek transisi yang dibutuhkan demi mencapai transisi energi yang benar-benar adil dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Edwin, Selasa (15/11) di Nusa Dua, Bali.

Edwin melanjutkan, menggabungkan pengalaman dan keahlian mendalam  mendukung berbagai badan pemerintah, bisnis, dan lembaga keuangan berbagai negara (termasuk di India, Brasil dan sejumlah negara di Afrika) untuk meningkatkan efektivitas pendanaan iklim dan memastikan transisi energi yang adil, Climate Policy Initiative (CPI) merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan untuk mendukung PT SMI dan berkomitmen penuh mendorong pengembangan kebijakan serta perencanaan pembiayaan transisi energi bersih di Indonesia.

Dengan diumumkannya JETP, Indonesia menjadi negara kedua setelah Afrika Selatan yang memperoleh pendanaan iklim multinasional dari International Partners Group (IPG) beranggotakan Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa sebagai anggota intinya.

Menyusul peningkatan target pengurangan emisi dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2022, kemitraan JETP Indonesia dengan dukungan pembiayaan iklim terbesar hingga saat ini diharapkan menjadi dorongan kuat untuk semakin meningkatkan kepercayaan diri dan kapasitas Indonesia dalam mempercepat proses penghentian pembangkit listrik tenaga batu bara dan peningkatan investasi energi terbarukan.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia sangat berkomitmen untuk beralih dari batu bara ke energi yang lebih bersih. “Setiap solusi harus mencerminkan pertimbangan matang atas berbagai tantangan spesifik bagi kondisi Indonesia seperti potensi kelebihan pasokan listrik, armada pembangkit batu bara yang masih muda, dan transisi yang adil untuk seluruh masyarakat,” jelas Sri Mulyani Indrawati.

Untuk mengakses hibah dan pinjaman lunak senilai USD 20 miliar selama periode 3-5 tahun ini, Indonesia telah berkomitmen untuk membatasi emisi sektor listrik sebesar 290 juta ton dan mengerahkan setidaknya 34% bauran energi terbarukan untuk pembangkit listrik pada tahun 2030.

Direktur CPI Indonesia Tiza Mafira menambahkan, Meskipun kemitraan JETP memberikan kontribusi keuangan yang signifikan untuk mewujudkan tujuan iklim Indonesia, tantangan dan peluang utama terletak pada reformasi sektor energi dan rencana investasi terperinci yang harus dikembangkan pemerintah untuk memaksimalkan dampak positif sosial dan perekonomi dari pendanaan ini.

“Memanfaatkan keahlian dan pengalaman kami melakukan analisis dan menyediakan bantuan teknis mengenai pembiayaan transisi energi kepada Kementerian Keuangan dan berbagai lembaga pemerintah terkait, CPI berkomitmen penuh dan siap membantu memastikan bahwa transisi energi di Indonesia benar-benar berjalan secara adil dan berkelanjutan,” kata Tiza Mafira.

Paket kemitraan JETP diumumkan sehari setelah peluncuran Program Percepatan Investasi Transisi Batubara oleh Climate Investment Funds (CIF ACT). Di bawah CIF ACT, Indonesia akan memiliki akses ke modal lunak sebesar USD 500 juta untuk mempercepat penghentian tenaga batu bara hingga 2 gigawatt dalam waktu 5 hingga 10 tahun dan untuk mendorong pencapaian iklim serta tujuan pembangunan.

Selain itu, PLN telah mengumumkan pensiun dini PLTU Cirebon-1selaku produsen listrik independent menggunakan skema ETM yang didukung oleh ADB.

Selain ditunjuk sebagai mitra teknis Platform Nasional ETM, CPI saat ini sedang mengembangkan kerangka pembiayaan transisi energi yang adil di wilayah pedesaan Indonesia bagian timur dan baru saja meluncurkan Fasilitas Akselerator Investasi PLTS pada BNEF Summit Bali untuk membantu mendorong pengembangan dan investasi energi terbarukan. di Indonesia. (rl)

Next Post

McEasy Serahkan 100 GPS Sebagai Bentuk Dukungan Upaya Penguatan Digitalisasi UKM Pariwisata Indonesia

Rab Nov 16 , 2022
PT Otto Menara Globalindo secara resmi melakukan serah terima 100 perangkat Global Positioning System (GPS) kepada Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  DENPASAR-fajarbali.com I  PT Otto Menara Globalindo mendukung rangkaian acara Future SMEs Village, berlokasi di Bali Collection, Nusa Dua. Secara resmi melakukan serah terima 100 perangkat Global Positioning […]
(Foto 2) Digitalisasi kendaraan untuk pelaku transportasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif-5d1265b3