Anom mengungkapkan, virus yang berbahaya ini sangat menggoncang industri pariwisata dunia. Ini ditandai dengan menurunnya pergerakan wisman maupun wisatawan domestik (wisdom) ke Bali. Selain itu, Bali sebagai Daerah Tujuan Utama (DTW) di Indonesia benar-benar terdampak virus corona. "Ini terlihat telah terjadi penurunan drastis tingkat hunian kamar hotel, menurunnya tingkat penjualan restauran, rumah makan, barang-barang kerajinan, dan transaksi money changer, bahkan sekarang terjadi PHK besar-besaran," ungkapnya.
Putu Anom menambahkan, semua penurunan kunjungan wisatawan tersebut tentu akan berdampak pada pendapatan industri pariwisata. Serapan produk pertanian lokal, termasuk juga produk kerajinan lokal untuk kebutuhan wisatawan mengalami penurunan drastis. (dar).










