Bahkan, Itekes Bali, menurutnya, memfasilitasi peluang kerja bagi mahasiswa yang telah lulus hingga ke luar negeri, seperti Jepang, Belanda dan negara maju lainnya sebagai tanggung jawab moral Itekes pada mahasiswanya.
Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., P.hD., menambahkan, program studi akupuntur dan pengobatan herbal mulai diminati masyarakat. Ini tidak lepas dari terbangunnya kesadaran tentang prospek kedua keahlian tersebut.
Terkait tema COI (sama dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru), tahun ini adalah “Creative, Optimistic, and Inovative”. Rektor menjelaskan, Kreatif berarti memiliki daya cipta, mampu berpikir out of the box dalam menyelesaikan suatu tugas yang diberikan atau menangani permasalahan yang dihadapi.
Inovatif berarti kemampuan seseorang dalam mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk menghasilkan karya baru. Diantara Kreatif dan Inovatif tersebut, ada sebuah keyakinan yang harus dimiliki yaitu Optimisme yang berarti selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal.
"Di era pandemik ini, ketiga karakter tersebut harus dipupuk dengan baik untuk bisa bertahan dan bersaing," pesan Rektor Darma Suyasa, sembari berharap COI memberikan bekal awal agar mahasiswa kelak akan menjadi alumni yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global.
REKTOR Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., P.hD., menyematkan atribut kepada mahasiswa baru peserta COI 2022.
Coi berlangsung hingga 8 September 2022, mengikuti panduan umum dari Kemdikbud untuk PKKMB, untuk menjadi wahana penanaman lima program gerakan nasional revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu.











