Ketua Bawaslu Badung dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, sejatinya dalam pelaksanaan pemilihan umum, Bawaslu memerlukan komite pengawas dari unsur media. Oleh karenanya, Bawaslu Badung menggelar acara temu media guna menyamakan persepsi terkait aturan-aturan yang berlaku dalam pemilu.
"Dengan adanya konsolidasi kelembagaan Bawaslu dengan media, diharapkan tercipta sejumlah manfaat, seperti peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilu yang adil dan demokratis melalui penyampaian informasi yang akurat dan terpercaya oleh media, meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses pemilu melalui peningkatan aksesibilitas informasi dan pemahaman yang diberikan oleh Bawaslu dan media, peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pemilu melalui pemantauan yang obyektif dan kritis oleh media yang bekerja sama dengan Bawaslu, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap integritas dan independensi Bawaslu serta keberagaman pandangan yang tercermin dalam liputan media terkait pemilu," sebutnya.
Untuk menyukseskan pemilu yang adil, jujur, dan transparan, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, I.B Putu Adinatha berharap media mampu meliput secara obyektif dan akurat proses pemilu, termasuk penyampaian berita, analisis, dan liputan mendalam terkait pemilu. Selain itu, media juga memberikan edukasi pemilih yang seimbang dan informatif melalui berbagai platform media yang tersedia.
"Tentu kami juga berharap para awak media dapat mempublikasikan informasi resmi dan relevan terkait pemilu yang diperoleh dari Bawaslu, dengan menjaga keakuratan dan keberimbangan, melakukan pemantauan terhadap proses pemilu dengan pendekatan yang obyektif, termasuk melaporkan pelanggaran yang terjadi, membantu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pemilu melalui kampanye yang bertanggung jawab dan inklusif dan menerapkan prinsip etika jurnalistik, termasuk keberagaman pandangan, objektivitas, akurasi, dan tanggung jawab sosial dalam meliput pemilu," jelasnya.










