“Melalui berbagai kegiatan yang meningkatkan literasi dan pengalaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan CIMB Niaga, kami berharap dapat memberikan inovasi yang berkualitas dan menjangkau lebih banyak nasabah di Bali, termasuk para wisatawan domestik dan internasional,” ujarnya.
Beragam inisiatif dan kemudahan layanan yang diberikan CIMB Niaga baik melalui kantor cabang maupun branchless banking turut berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja CIMB Niaga secara konsolidasi.
Dikatakannya, pada tahun 2023, CIMB Niaga memperoleh laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp 8,4 triliun, naik sebesar 27,0% year-on-year (Y-o-Y), dan menghasilkan earnings per share Rp 259,45.
“Kinerja menggembirakan yang berhasil kami raih pada 2023 mencerminkan konsistensi kami dalam menjaga ketahanan, agility, dan pendekatan yang berorientasi pada nasabah. Kami senantiasa berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan profit, seperti yang terlihat pada peningkatan laba sebelum pajak yang mencapai Rp 8,4 triliun atau tertinggi hingga saat ini," tuturnya.
Adapun saat ini di Bali, layanan CIMB Niaga didukung 9 Kantor Cabang (termasuk 1 Digital Lounge dan 1 Digital Branch), 163 mesin ATM, serta 3.085 EDC dan QR (termasuk QR Inbound Cross-border WeChat Pay dan Alipay). Selain itu, untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang, CIMB Niaga juga terus mengembangkan produk-produk berbasis digital.
“Kami terus melakukan inovasi terhadap digital banking kami seperti OCTO Mobile dan OCTO Clicks, dengan fokus untuk mentransformasikan layanan tersebut menjadi powerful wealth platform. Melalui inovasi tersebut kami berharap dapat memenuhi perkembangan kebutuhan masyarakat yang ingin berinvestasi pada berbagai instrumen, baik reksa dana, obligasi, serta deposito berjangka dengan tingkat suku bunga yang kompetitif,” jelas Lani.










