MANGUPURA-fajarbali.com | Dalam upaya mempercepat pemenuhan gizi nasional dan menurunkan angka stunting, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menjalin kesepakatan kerjasama strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) Nomor 21/KSM/G2/2025 dan Nomor 02/NK.01/01/2025.
Kesepakatan ini menandai peluncuran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B yakni Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD.
Kerjasama ini mencakup tiga ruang lingkup utama: kolaborasi pendayagunaan SDM lapangan untuk percepatan pemenuhan gizi nasional, pertukaran dan pemanfaatan data program penurunan gizi dan stunting, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara terpadu.
Di Provinsi Bali, pelaksanaan program MBG untuk sasaran 3B telah mulai berjalan di dua Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG), yakni SPPG Kuta Utara dan SPPG Banjar Buleleng.
Pemberian makanan bergizi dilakukan dua kali seminggu, dengan total lima kali pemberian. Realisasi penuh program ini di seluruh SPPG di Bali dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru, mengingat beberapa satuan pelaksana masih dalam tahap renovasi dan pendataan sasaran.
“Khusus di wilayah SPPG Kuta Utara Badung, penyaluran MBG menyasar lebih dari 500 penerima, dengan sistem pendistribusian dilakukan tiga kali dalam sehari pukul 09.00, 10.00, dan 11.00 WITA, terpusat di Kantor Lurah Kerobokan Kelod,”ujar Kadek Lenni Jusmiarti, Ketua SPPG Kuta Utara, Badung.
Dalam implementasi teknis, BKKBN pusat bertanggung jawab menyediakan data dasar sasaran by name by address melalui aplikasi SIGA dan sistem monitoring ELSIMIL.
Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali bertugas mengoordinasikan validasi data dan pelaporan berkala ke pusat. Pemerintah kabupaten/kota melalui OPD KB memfasilitasi harmonisasi data lintas sektor.
Peran penting juga diemban oleh Penyuluh Lapangan KB (PLKB) dan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas di garis depan. Mereka mengoordinasikan pendistribusian, memverifikasi data lapangan, dan melakukan pelaporan melalui SIGA maupun Elsimil, sekaligus mendampingi langsung kelompok sasaran.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS menegaskan kesiapan Bali dalam mengawal pelaksanaan program ini.
"Kami telah berkoordinasi erat dengan Koordinator Tim SPPG Provinsi Bali, serta menyiapkan tenaga lini lapangan dan kader pendamping untuk memastikan distribusi MBG berjalan tepat sasaran dan terpantau dengan baik," ujarnya.
Dengan sinergi multisektor dan sistem berbasis data yang solid, pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan status gizi ibu dan anak di Bali, sekaligus mempercepat pencapaian target nasional penurunan stunting.