Oleh karena itu, lanjut prof. Antara, tidak bisa mementingkan salah satu dengan meniadakan yang lain karena akan menimbulkan masalah besar. Dengan demikian, solusi dari permasalahan ini adalah jalan tengah yaitu sama-sama mementingkan kesehatan dan ekonomi, dengan membiarkan pasar tradisional terbuka seperti saat ini atau dilonggarkan, tetapi harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat kepada semua pengunjung.
"Seperti halnya, memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung di pintu gerbang masuk pasar, mewajibkan setiap pengunjung memakai masker dengan memeriksa di pintu masuk pasar, setiap pengunjung yang akan masuk pasar disemprot cairan antiseptik, mewajibkan setiap pengunjung mencuci tangan dengan antiseptik yang disediakan oleh pengelola pasar, membatasi jumlah pengunjung hanya 50 persen dari kunjungan normal, menganjurkan kepada setiap pengunjung untuk menjaga jarak dengan pengunjung lainnya," terangnya.
Dengan mengambil jalan tengah seperti itu, baik kesehatan maupun ekonomi sama-sama jalan, sehingga kebutuhan masyarakat akan pangan terpenuhi dan pasar tradisional sebagai kluster penularan Covid-19 dapat diminimalisir. (dar).










