Cegah Meluasnya Covid-19, Banjar Adat Pekuwon Gelar “Sipeng” Tiga Hari

BANGLI – fajarbali.com | Ditengah kian merebaknya tranmisi lokal Covid-19 di Kabupaten Bangli, Banjar Adat Pakuwon, Desa Adat Cempaga, Bangli melaksanakan ‘sipeng’ atau nyepi adat selama tiga hari. Sipeng diwilayah banjar adat tersebut, dimulai dari Minggu (10/5/2020). Kegiatan ini dilaksanakan krama setempat, pasca terpaparnya dua orang warga setempat oleh Virus Corona.

 

 

Sesuai pantauan, sejumlah akses keluar masuk ke Banjar Adat Pakuwon mulai dijaga oleh sejumlah pecalang  setempat.  Suasana sipeng di Banjar Adat Pakuwon, tampak hampir sama dengan perayaan Nyepi Tahun Saka. Dimana, kondisi jalan dilingkungan Banjar Adat Pakuwon, tampak benar-benar sepi. Warung yang ada di wilayah Banjar Adat Pakuwon ditutup. Akses menuju Pura Kehen juga ditutup sementara selama pelaksanaan Sipeng.

Kelian Adat Pakuwon I Wayan Suartama saat dihubungi membenarkan pihaknya melaksanakan sipeng selama 3 hari. Disampaikan, sebelum dilaksanakan  “sipeng”, pihaknya terlebih dahulu telah melakukan upacara guru piduka. “Pasca warga mendengar warga kami ada yang positif corona, kami telah menghaturkan pejati di Pura Dalem dan Pura Kehen,”ujar Suartama.

Kata dia, dalam pelaksanaan sipeng ini warga dihimbau untuk tidak keluar rumah  dan mengikuti himbauan pemerintah, yakni tidak melakukan interaksi  dengan masyarakat di luar. “Kita ingin warga Banjar Adat mulat sarirsa dengan tinggal di rumah. Kita harap dengan kegiatan ini virus corona tidak lagi terjadi di Banjar Adat Pakuwon,”ujarnya.

Suartama meyakini, terpaparnya virus corona di daerah ini merupakan bagian dari cobaan dari Ida Sanghyang Widi Wasa (Tuhan). Karenanya, selaku umat Hindu pihaknya tetap memohon pengampunan dan meminta petunjuk dari sesuhunan agar wabah Corona segera hilang dari bumi ini. “Mari kita hening sejenak dan minta petunjuk dari Ida Sesuhunan agar musibah ini segera hilang, dan kegiatan masyarakat bisa berjalan seperti biasa,”paparnya. Dijelaskan juga, di hari petama kegiatan sipeng ini,  berjalan cukup baik. Dimana, semua warga mematuhinya. Mereka tidak ada meninggalkan pekarangannya masing-masing. (arw)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Perayaan Hut Kota Bangli ke-816 Ditiadakan, Bupati Bangli Sapa Masyarakat Melalui RPKB

Ming Mei 10 , 2020
BANGLI – fajarbali.com | Ditengah pandemic Covid-19, perayaan HUT Kota Bangli ke-816 yang jatuh pada hari Minggu (10/05/2020) terpaksa ditiadakan. Meski demikian, untuk peringatannya tepat dilakukan dengan kemasan yang sangat sederhana oleh Bupati Bangli, Made Gianyar. Dimana di hari jadi Kota Bangli itu, Bupati Bangli menyapa masyarakat Bangli dengan menggelar […]