Tidak hanya itu, kata perwira melati tiga dipundak ini, modus operandi lainnya yakni kawanan penjahat ini kerap berpura-pura sebagai teknisi yang akan mereparasi mesin ATM.
"Apabila ada yang mengaku dari pihak Bank, jangan mudah percaya. Jangan pula memberikan nomor PIN kepada orang lain. Sebab nomor PIN yang tahu hanya kita sendiri," terangnya lagi.
Perwira yang pernah menjabat Kapolsek Denpasar Timur ini menuturkan dari laporan yang diterima selama ini ada nasabah yang mengaku memiliki uang di Bank Rp 5 juta. Tapi setelah dicek sisa Rp 500.000.
Bahkan ada pula yang punya uang ratusan juta tiba-tiba jadi nol rupiah. "Jadi kami imbau masyarakat untuk tetap berhati-hati apabila sedang bertransaksi," pungkasnya. (hen)










