BANGLI-fajarbali.com | Keluhan sakit gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Gigi berlubang yang tidak segera dirawat, infeksi, maupun gigi goyang yang sudah tidak dapat dipertahankan sering kali menyebabkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan dan pencabutan gigi gratis di Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Sejak hari pertama pelaksanaan, masyarakat tampak antusias memanfaatkan layanan yang diberikan.
Warga yang datang terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut untuk mengetahui kondisi rongga mulut secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan oleh tim dokter gigi, dosen, dan mahasiswa profesi FKG Unmas Denpasar dengan memperhatikan standar pelayanan dan keselamatan pasien.
Menurut salah satu dokter gigi yang bertugas: dari hasil pemeriksaan, ditemukan berbagai permasalahan kesehatan gigi yang cukup sering dialami masyarakat, seperti karies gigi yang sudah mencapai jaringan pulpa, sisa akar, infeksi pada jaringan sekitar gigi, serta gigi yang telah goyang akibat penyakit periodontal.
Kondisi-kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
Bagi pasien yang memenuhi indikasi medis, dilakukan tindakan pencabutan gigi secara langsung oleh dokter gigi yang bertugas. Sebelum tindakan dilakukan, setiap pasien mendapatkan penjelasan mengenai kondisi giginya, prosedur yang akan dijalani, serta instruksi perawatan pasca pencabutan. Pelayanan diberikan dengan mengutamakan prinsip keamanan, kenyamanan, dan sterilisasi alat sesuai standar kedokteran gigi.
Tindakan pencabutan gigi menjadi salah satu layanan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Banyak warga mengaku telah lama menahan rasa sakit akibat gigi berlubang atau gigi yang sudah rusak parah, namun belum sempat mendapatkan perawatan.
Kehadiran tim FKG Unmas Denpasar memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperoleh penanganan yang tepat sehingga keluhan yang dialami dapat segera teratasi.
Selain melakukan pemeriksaan dan pencabutan gigi, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Masyarakat diingatkan untuk menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali. Edukasi ini penting untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih lanjut dan mengurangi kebutuhan tindakan pencabutan di masa mendatang.
Dekan FKG Unmas Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini tidak hanya bertujuan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan perawatan gigi yang tepat.
Pemeriksaan rutin memungkinkan berbagai masalah gigi ditemukan lebih awal sehingga dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, FKG Unmas Denpasar berhasil memberikan pelayanan pemeriksaan dan tindakan pencabutan gigi kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat Desa Abuan sekaligus memperkuat komitmen FKG Unmas Denpasar dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat melayani dan berbagi, FKG Unmas Denpasar terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan gigi yang bermanfaat dan menjangkau masyarakat secara luas. Sebab, kesehatan gigi yang terjaga bukan hanya menghadirkan senyum yang sehat, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. (rel)









