“Hari ini bapak dan ibu adalah bagian daripada pahlawan pejuang untuk mengantisipasi berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk apalagi yang menyebabkan penyakit menular seperti contoh aedes aegypti dan semoga ini berjalan dengan baik. Mari kita bersama-sama untuk menciptakan rasa aman dan nyaman melalui gerakan jumantik ini,” ajak Giri Prasta.
Head of Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara menjelaskan bahwa Enesis Group melalui brand Soffell meyakini bahwa kunci dalam menurunkan kasus DBD adalah dengan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. “Oleh karena itu, kami terus berupaya secara berkelanjutan untuk memberikan edukasi tentang PSN 3M Plus. Menutup, Menguras, Mendaur ulang serta menggunakan lotion anti nyamuk. Kami berharap bahwa edukasi ini bukan hanya sekadar upaya sementara, tetapi merupakan investasi jangka panjang sehingga kesadaran akan pencegahan DBD akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dapat mengurangi jumlah kasus DBD secara signifikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M. Kes dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa yang paling utama adalah tetap lakukan 3M plus. “Kita akan usulkan program vaksinasi itu program nasional dan tidak berbayar. Tapi saat ini kita tetep 3M plus nya memakai obat nyamuk lotion sebelum tidur, itu yang pling penting plusnya,” ucapnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2024 tercatat 257.271 kasus DBD di Indonesia, dengan 1.461 kematian. Kasus tahun 2024 merupakan kasus tertinggi dibanding kasus 3 tahun terakhir. Dengan penyebaran kasus tertinggi di provinsi Jawa Barat dengan 61.423 kasus, Jawa Timur dengan 32.086 kasus, Jawa Tengah dengan 17.083 kasus, Bali dengan 15.617 kasus, dan Banten dengan 13.537 kasus










