
DENPASAR-fajarbali.com | Setelah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), kini giliran Prodi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali meluluskan mahasiswa tanpa skripsi. Dalam ujian TA proyek inovatif seni rupa di Kampus FBS, UPMI Bali, Rabu (2/7/2025), tiga mahasiswa Prodi PSR dinyatakan lulus

DENPASAR-fajarbali.com | Lembaga Pelatihan Kerja Permata Mutiara Indonesia (LPK PMI) Bali mengirim 9 peserta magang ke Yamanashi, Jepang, diantar langsung oleh Kepala LPK PMI Bali Josua Christmas, Selasa (01/07/2025) sore. Tujuh orang diantaranya adalah mahasiswa STIKOM Bali Group. Mereka adalah 6 mahasiswa ITB STIKOM Bali dan 1 mahasiswa Politeknik Nasional

DENPASAR-fajarbali.com | Sebagai puncak peringatan Bulan Bung Karno 2025, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali menggelar webinar bertajuk “Pancasila Sebagai Prana Kehidupan: Warisan Bung Karno untuk Alam Semesta Berkelanjutan”, Senin (30/6/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini diikuti sekitar 185 peserta dari berbagai daerah di Bali dan luar

DENPASAR-fajarbali.com | Untuk pertama kalinya, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali meluluskan mahasiswa tanpa skripsi. Dua orang mahasiswa di prodi yang terakreditasi unggul itu menyelesaikan studi melalui jalur tugas akhir proyek inovatif karya sastra/jurnalistik. Kadek Windari menulis

DENPASAR-fajarbali.com | Putu Laksmita Dewi Rahmayanti, SE., MM., berhak menyandang gelar Doktor (Manajemen) setelah berhasil mempertahankan Disertasi berjudul “Pengembangan Model Niat Pengguna QRIS untuk Dana Punia Pura di Bali”. Ujian Terbuka Promosi Doktor atas nama Promovenda Laksmita Dewi Rahmayanti, berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB-Unud), Denpasar, Kamis

DENPASAR-fajarbali.com | Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, perkembangan iptek tersbut mampu membantu kehidupan manusia, namun disisi lain justru malah menjadi sebuah petaka. Tidak sedikit maraknya tindak kenakalan siswa dimulai dari mudahnya akases teknologi yang mengantarkan siswa untuk melakukan tindakan kekerasan, bullyng,