
GIANYAR-fajarbali.com | Sebanyak 21 mahasiswa Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melaksanakan program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, pada 15 Juli – 24 Agustus 2026. Melalui tema “Transformasi Digital Ekonomi dan Pendidikan Dasar sebagai Pilar Kemandirian Masyarakat Desa Singapadu Kaler, Gianyar”. Program kerja ini

DENPASAR-fajarbali.com | Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, melepas sebanyak 67 calon sarjana dan magister, bertempat di Auditorium Redha Gunawan, UPMI, Rabu (5/8/2026). Ketua panitia kegiatan Dr. Pande Putu Yogi Arista Pratama, S.Sn., M.Pd., melaporkan, para lulusan terdiri dari: 6 orang dari Program Studi Pendidikan

TABANAN-fajarbali.com | Betutu adalah makanan tradisional Bali berbahan dasar daging ayam atau bebek yang dibuat dengan rempah base genep. Kata “betutu” berasal dari ‘be’ (daging) dan ‘tunu’ (bakar), yang kini disajikan baik untuk sarana upacara maupun makanan sehari-hari. Salah satu pemilik usaha industri rumahan pengolahan ayam dan bebek betutu adalah

DENPASAR-fajarbali.com | Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) Denpasar, menerima kunjungan FH Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) 1945 Semarang, Senin (3/8/2026). Rombongan tamu dipimpin Dekan FH Untag Semarang Dr. Edi Pranoto, SH., M.Hum dan jajaran beserta para mahasiswa hingga tiga bus. Dekan FH UNR Denpasar Dr. Cokorda Gede Swetasoma,

DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Udayana (Unud) resmi mengukuhkan 6.610 mahasiswa baru Program Diploma dan Sarjana Tahun Akademik 2026/2027 dalam upacara yang digelar di Auditorium Widya Sabha, Kampus Jimbaran, Sabtu (1/8/2026). Seusai pengukuhan, para mahasiswa mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Prabhu Udayana 2026 yang berlangsung selama dua hari,

DENPASAR-fajarbali.com | Selain sebagai advokat, nama I Ketut Ngastawa dikenal sebagai tokoh di balik layar politik. Ngastawa tercatat aktif di berbagai organisasi. Berkat pemikiran-pemikirannya, ia pernah dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis. Yakni menjadi Tim Ahli Gubernur Bali, Tim Ahli Bupati Karangasem, serta Tim Ahli DPD RI. Ngastawa sendiri merasa memikul