Ogoh-Ogoh: Warisan Budaya Bali dalam Dinamika Seni dan Ritual
DENPASAR-fajarbali.com | Ogoh-ogoh sebagai daya tarik wisata budaya Bali yang spektakuler tidak hanya menampilkan kemegahan seni rupa, tetapi juga menyimpan […]
DENPASAR-fajarbali.com | Ogoh-ogoh sebagai daya tarik wisata budaya Bali yang spektakuler tidak hanya menampilkan kemegahan seni rupa, tetapi juga menyimpan […]
Setelah selesai bersembahyang dan menikmati sisa persembahan di halaman pura, sangat dimohon agar sampah yang dihasilkan dibawa pulang, tidak diperbolehkan menyisakan sampah di area suci pura ataupun di jalan.
Derasnya informasi, membuat Ida Sulinggih harus mengikuti kemajuan teknologi. Mengejar dan dikejar informasi menjadi sesuatu yang membawa efek positif, tapi ada juga negatifnya. Ada informasi yang tidak bisa disaring, karena menerobos bebas.
Tujuan utamanya adalah menjaga ras orang Bali, karena hanya orang Bali yang akan melanjutkan kelangsungan kebudayaan Bali di masa mendatang.
Diklat sesi I kali ini diikuti sekitar 50 orang pemangku. Para peserta merupakan anggota Yayasan PSCB. Peserta juga tidak dipungut biaya.
Sebagai bahasa ibu harus dikenalkan secara terus menerus mulai dari usia dini, sesuai dengan kemampuan dan daya serapnya. anak-anak, remaja hingga desawa kita libatkan dalam lomba ini.
DENPASAR-fajarbali.com | Setelah pelebon Ida Pandita Mpu Daksa Mertha Yoga pada awal Februari 2025 lalu, Griya Agung Beraban Denpasar melanjutkan
Di setiap desa adat mesti dibangun pasraman tentang penulisan aksara dan berbahasa Bali. Dengan begitu, akan terjadi perkembangan yang menyeluruh.
Kegiatan konservasi dan identifikasi lontar milik Ida Pedanda Gede Wayahan itu melibatkan sebanyak 40 tim dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bersama Penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Tabanan.
Kesamaan visi tersebut khususnya dalam hal melestarikan budaya Bali. Bahkan jauh sebelum politisi PDI Perjuangan itu masuk radar calon gubernur.