Selain itu, kata Made Sunarta penataan aset di Surabaya juga tertata rapi tidak ada kawasan khususnya aset pemerintah yang terbengkalai. "Banyak hal yang perlu kami pelajari dari keberhasilan Surabaya menata kotanya," ucapnya.
Ketua Komisi II DPRD Badung, Gusti Anom Gumanti, dalam kesempatan itu menanyakan penataan taman dan sungai di Surabaya, sehingga terlihat rapi dan bersih. "Surabaya memiliki taman yang sudah mendunia dan banyak. Ini tentunya tidak terlepas dari kebersihan sungai, karena saya melihat banyak taman di sempadan sungai bahkan setiap sudut ada tamanya. Kalau dari segi penganggaran berapa persen dari APBD, karena taman tidak cukup hanya disiram tapi maintenancenya juga," terangnya.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah, mengatakan sangat terhomat mendapat kunjungan dari jajaran DPRD Badung. "Kami merasa terhormat mendapat kunjungan dari bapak dan ibu rekan kami di DPRD Badung. Kami di Surabaya memiliki APBD mencapai 10 triliun lebih," katanya.
Dikatakan, dana APBD yang dikelola difokuskan pada pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Untuk program infrastruktur khususnya penanganan banjir, kami lakukan dengan menata sungai. Selain ada satgas kebersihan, kami mendorong program sosial promotif preventif agar warga tidak membuang sampah ke sungai dengan melakan kerja bakti. Sampah yang dihasilkan dikelola menjadi liatrik," paparnya.
Kendati demikian, pihaknya mengakui tidak mudah mengubah mainset masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terlebih ke sungai. "Awalnya tidak mudah mengarahkan mayarakat untuk menjaga kebersihan, tapi ketika meraka kebanjiran mereka merasakan lebih sulit, karena itulah mereka mau berubah," katanya seraya menyebutkan Surabaya memiliki 50 lebih taman.(put).










