Bupati Suwirta: Mutasi Pejabat Jangan Diprovokasi

Bupati Suwirta menyatakan mutasi ini merupakan hal biasa, tidak ada yang aneh. Apalagi prihal mutasi pejabat merupakan kewenangan penuh Bupati. Tentunya sebelumnya sudah dibahas juga bersama Badan Pertinbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). "Apapun yang terjadi hari ini, itu tanggungjawab saya selaku Bupati. Jangan ada yang memprovokasi dan yang usil mempermaslahkan mutasi pada hari ini. Hal itu tidak akan membuat keadan lebih baik," ujarnya tegas. 

Dengan sisa masa kepemimpinan yang masih 4,5 tahun, Bupati asal Nusa Ceningan ini mengungkapkan, pejabat eselon III yang dipromosikan menduduki jabatan eselon II dipastikan pejabat yang sebelumnya menempati rangking pertama hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, disamping pejabat lainnya yang disesuaikan dengan kemampuan dan kompetensi masing-masing.

Bupati berharap dengan mutasi ini para pejabat yang dilantik mempunyai semangat yang tinggi untuk membangun Kabupaten Klungkung. Bupati juga berharap jajarannya ini mempunyai komitmen tinggi menjalankan birokrasi yang bersih, bebas dari korupsi dan mewujudkan pelayanan yang baik bagi masyarakat. 

“Harapan saya mereka yang dilantik punya semangat tinggi membangun daerah, bersih dari korupsi dan mewujudkan pelayanan yang baik,” imbuhnya.

Beberapa pejabat muda yang dipromosikan juga diharapkan bisa mengikuti ritme Bupati untuk berlari kencang. Ke depan, Bupati asal Nusa Ceningan ini akan membuat sebuah regulasi, dimana dua tahun setelah menduduki satu jabatan harus siap dimutasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesan nyaman disatu tempat. Bupati juga merancang mutasi ke depan akan dilakukan diawal atau diakhir tahun agar tidak mengganggu pekerjaan atau program yang sedang berjalan. "Jaga penampilan, wajah harus rapi tidak pelihara kumis dan jenggot berlebihan. Rambut juga harus dicukur biar rapi," pesan Bupati di akhir acara. (dia/Fajar Bali)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top