GIANYAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Melimpahnya hasil panen ikan air tawar di petani ikan, Bupati Gianyar Made Mahayastra mengajal pejabat OPD untuk membeli ikan tersebut. Terobosan ini cukup menggembirakan petani, sekitar 5 ton ikan terjual dengan total harga mencapai Rp 150 juta lebih. Distribusi ikan ke masing-masing OPD disaksikan langsung oleh Bupati Gianyar, Made Mahayastra didampingi Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kalangan DPRD Gianyar dan Kepala OPD Pemkab Gianyar, Rabu (6/5/2020) lalu.
Langkah ini diambil Bupati Mahayastra bukan tanpa sebab, mengingat saat pandemic ini perekonomian mengalami kelesuan. Berbagai sektor usaha mengalami kemacetan, tidak terkecuali petani ikan di Gianyar. Harga pakan yang mahal ditambah lagi sulitnya pemasaran. Stok ikan di kalangan petani sangat melimpah, seperti dijelaskan oleh Kadis DKPKP Gianyar, Dewi Hariani. Hingga bulan Maret lalu ketersediaan ikan di kalangan petani yang siap dipasarkan jenis ikan lele mencapai 25 ton, ikan Nila 3,7 ton, Patin 2,5 ton dan sisanya seperti ikan Gurami dan udang masing-masing berkisar 500 kg. “Ikan ini mereka sudah pelihara sebelum adanya pandemic, ternyata siap dipanen saat kondisi seperti ini. Jadi stok ikan lumayan melimpah di petani,” jelas Dewi Hariani.
Ditambahkan, Saat ini berdasarkan data di Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan perikanan (DKPKP) Gianyar, di kabupaten Gianyar terdapat 82 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dengan luas lahan mencapai 66 ha, dan rumah tangga yang yang membudiyakan ikan sendiri dirumah atau RTP sebanyak 1.075 KK.










