Wapres juga berpesan kepada seluruh keluarga yang ada di Indonesia untuk terus memperkokoh peranan dalam mencetak generasi penerus yang bebas stunting. Baik fisik, mental, maupun kehidupannya.
“Kelak generasi (penerus bangsa, red) yang mengguncang dunia seperti yang diucapkan presiden pertama kita, Presiden Soekarno,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BKKBN Hasto Hardoyo menyampaikan, terima kasih atas kehadiran Wakil Presiden beserta istri dan undangan lainnya dalam acara peringatan Harganas ini.
“Ada dua amanah yang diamanatkan negara kepada BKKBN, yaitu menjaga pertumbuhan penduduk yang seimbang, dan mewujudkan keluarga yang berkualitas, yang didalamnya ada program percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.
Dikatakan, dibidang kependudukan saat ini sedang mengalami titik balik dikarenakan program keluarga berencana sudah sukses mengantarkan Fertility rate 2,14 perempuan Indonesia melahirkan anak. "Kesuksesan ini berkat dukungan Bapak Wakil Presiden dan Pimpinan Pemerintah Daerah," katanya.
Dia menambahkan, tantangan berikutnya adalah kesenjangan kesejahteraan. "Cukup berat dalam meningkatkan kualitas keluarga. Untuk itu, fokus kami pada penurunan stunting sebagai indikator, untuk itu dalam Harganas ke 30 ini, kami mengangkat tema Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju," pungkasnya.
Dalam acara itu juga dikukuhkan Bapak Asuh Anak Stunting Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Banyuasin. Yaitu Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Bupati Banyuasin Askolani. Kemudian dilanjutkan dengan deklarasi Duta Genre, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia, dan Duta Damai BNPT yang menyampaikan Ikrar Remaja Indonesia sebagai remaja gotong royong dalam percepatan penurunan stunting. rl










