Setelah webinar dibuka resmi oleh Bupati Tabanan, moderator acara Panca Wardani Lodra menampuk Direktur Bali Ekspress, I Putu Suyatra, Ketua AJI Denpasar, Nandang Astika, Dosen FISP UNUD, DR Ni Made Ras Amanda Gelgel,S.Sos.,M.Si dan Direktur Bali Business Network, I Made Abdi Negara sebagai narasumber.
Direktur Bali Ekspress, I Putu Suyatra sebagai pembicara pertama mengatakan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru peran media agar membuat berita yang berimbang. Dari data yang yang diperoleh pihaknya, dampak dari Covid-19 ini mengakibatkan adanya sekitar puluhan ribu pekerja dirumahkan bahkan di PHK. Tidak hanya itu, jumlah penduduk miskin juga bertambah bila dibandingkan dengan tahun yang lalu.
"Ini tanggung jawab kami selaku media untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat di tengah Covid-19, karena sulit mencari orang yang bertahan hidup di tengah Covid-19, sehingga peran media dapat memberikan optimisme kepada masyarakat," kata Putu Suyatra.
Dalam pembuatan berita, pihaknya di Bali Ekspress selalu ada narasumber yang jelas dan sudah terkonfirmasi. Sehingga berita yang dimuat dan diedarkan ke masyarakat merupakan informasi yang benar dan kredibel.
"Apa yang kami sampaikan dalam pembuatan berita itu benar, bukan dibuat-buat atau hoax, karena kami langsung mencari narasumber dan data yang resmi dalam obyek pemberitaan," pungkasnya.
Ketua AJI Denpasar, Nandang Astika sebagai pembicara kedua mengatakan bahwa tema dalam Webinar yang diselenggarakan sangat nasional. Pada kesempatan tersebut, Nandang menjelaskan bahwa AJI Denpasar merupakan organisasi terindividu dari jurnalis itu sendiri.










