Bupati Bangli Deklarasikan Perangi Terorisme

BANGLI-fajarbali.com | Mengantisifasi reaksi teroris yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, Bupati Bangli, I Made Gianyar menggelar deklarasi  dan pernyataan sikap perangi aksi teroris di Kabupaten Bangli. Deklarasi digelar di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Kamis (17/5/2018).



Menjadi deklarasi bersama antara Bupati Bangli, Wabup Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Bangli, Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, Dandim 1626 Bangli, Letkol CPN. Andy Pranoto, Kajari Bangli Ida Ayu Retnasari dan Ketua PN. Bangli, I Gusti Ayu Susilawati.



Acara tersebut juga diisi doa bersama untuk para korban kebrutalan teroris di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, di gereja Santa Maria Surabaya dan di Riau. Bupati Bangli, I Made Gianyar menyampaikan  bangsa Indonesia dilahirkan oleh sejarah panjang.Dimana bangsa ini pernah dijajah sampai 350 tahun lamanya oleh kolonial Belanda dan 3,5 tahun oleh penjajah Jepang. Sampai akhirnya Indonesia berdiri melalui proklamasi kemerdekaan tanggal 17-8-1945.

Menurut Bupati Bangli setelah merdekapun, bangsa ini masih mengalami tantangan. Dimana tahun 1965, bangsa kita pernah mengalami cobaan yang luar biasa, melalui gerakan 30 Sepetember atau G-30 S PKI. Sekarang di era reformasi kita kembali mengalami tantangan dan ancaman  dari teroris. Untuk mengantisifasi ancaman tersebut, di Kabupaten Bangli hari ini kita telah sampaikan deklarasi pernyataan sikap perangi aksi teroris. Dan deklarasi tersebut harus disampaikan kepada keluarga, sahabat dan seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa waspadaterhadap lingkungan sekitar.




“Cukup sudah aksi terorisme terjadi  di Mako Brimob, di Surabaya dan Riau. Jangan sampai terjadi di daerah lain. Kita tidak ingin aksi yang sangat keji itu terjadi di Kabupaten Bangli,” harapnya.

Sementara itu Dandim 1626 Bangli, Lekol CPN. Andy Pranoto  saat mengawali orasinya menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka akibat aksi terorisme.




Dia juga sangat mengutuk seluruh aksi terorisme dengan alasan apapun.Karena hal itu sangat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Karena itu dia mengajak kita semua untuk tidak gentar terhadap aksi terorisme. “Saya mengajak semua pihak, baik tokoh adat, tokoh agama dan seluruh lapisan masyarakat, bahwa aksi terorisme itu harus kita hadapi bersama. Mari tingkatkan solidaritas di antara kita, tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar kita,” ujarnya. Untuk memerangi radiklaisme kata dia lakukan cegah dini dan deteksi dini. Sehingga tidak ada satu titikpun di wilayah Bangli yang disusupi oleh paham radiklaime,” ungkapnya. (sum)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

AKBP Yudith: Saya Perintahkan Tembak di Tempat!

Kam Mei 17 , 2018
MANGUPURA-fajarbali.com | Tidak hanya Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polsek yang meningkatkan pengamanannya di pintu masuk dan objek-objek vital, pascaserangan teroris di Surabaya Jawa Timur dan Polda Riau. Mako Polres Badung juga demikian.  Save as PDF

Berita Lainnya