Air bisa dialirkan sepanjang satu kilometer saja terlebih dahulu. Sambil menunggu pengerukan selesai secara keseluruhan, bagian yang sudah dikeruk bisa diisi ikan."Nanti dari Dinas Perikanan akan membantu penyediaan ikan, misalnya ikan nila. Tentunya dengan air yang ada mengingat air disini cukup besar,”usulnya. Sementara itu, Made Darmawan, Klian Subak Pangkung Kunyit, Desa Banjar Asem mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Bupati Agus Suradnyana karena sudah memberikan bantuan alat berat untuk melakukan pengerukan sedimentasi.
Pengerukan terowongan secara manual oleh warga dengan swadaya sudah dilakukan. Namun masih ditutup oleh sedimentasi yang cukup tebal dan panjang. Harapan Made Darmawan, dengan dikeruknya sedimentasi dengan alat berat itu, bisa mengembalikan fungsi saluran irigasi yang diperkirakan membutuhkan waktu selama tiga bulan."Subak yang saya pegang 76 hektar, kalau saluran ini mengalir normal, seluas 400 hektar bisa terselamatkan. Airnya bisa sampai ke Pengulon,
”ungkapnya. Adapun wilayah yang dialiri meliputi subak di empat desa. mulai dari Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt yaitu Subak Pangkung Kunyit, Subak Tegallenga, Subak Buluh, Subak Lebah. Subak di Desa Tukad Sumaga, subak di Desa Tinga-Tinga, dan subak di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. (ags).










