Ia menambahkan, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghasilkan karya seni berkualitas tinggi. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh untuk menjamin kesetaraan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat dalam berkesenian.
"Penampilan Pertuni Badung sungguh luar biasa dan tidak mengecewakan. Bahkan jika mendengarkan dari kejauhan, nuansa pertunjukannya benar-benar seperti pementasan Prembon. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu menghadirkan Arja Negak dengan kualitas yang sangat membanggakan," ungkapnya.
Sebagai langkah konkret berkelanjutan, Pemkab Badung melalui Listibiya Kabupaten Badung akan terus mengintensifkan pembinaan, pendampingan, serta perluasan ruang pentas bagi seniman disabilitas.
Ke depan, Adi Arnawa berharap potensi seni para penyandang disabilitas tidak hanya berfokus pada Arja Negak, melainkan juga merambah cabang kesenian Bali lainnya. Langkah ini diharapkan memperkuat nilai inklusivitas sekaligus memperkaya keragaman pelestarian seni budaya di Pulau Dewata.W-004










