Pihaknya kembali menekankan, sebaiknya yang dipergunakan sebagai mascot adalah sesuatu yang memang jadi ciri khas, sesuatu yang asal muasalnya dari Bangli atau sesuatu yang memang langka dan adanya di Bangli.
“Itu yang bagus menurut saya. Jadi bukan harus bunga,” tegasnya. Oleh karena itu, terhadap rencana Bupati untuk segera mempedakan bunga Gumitir tersebut, pihaknya nanti tentunya akan melakukan pembahasan bersama rekan-rekannya sesame anggota dewan.
“Jika memang akan di-Perda-kan, nantinya juga pasti akan menjadi pembahasan kita di Dewan. Tentunya, nanti akan timbul pertanyaan seperti itu lagi. Kenapa harus bunga gumitir. Tapi sampai saat ini sih belum ada usulan dari Bapemperda. Mungkin itu masih sebatas wacana saja,” pungkasnya. (ard)










