BANGLI-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Rencana Bupati Bangli I Made Gianyar memperdakan Bunga Gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli menuai pro kontra.
Sebagian masyarakat menilai, bunga Gumitir tidak layak dijadikan sebagai maskot dengan berbagai argument. Salah satunya, karena bunga Gumitir tidak ada spesifikasinya yang mencerminkan adanya kekhasan yang dimiliki Bangli. Selain itu, bunga Gumitir juga bukan bunga asli dari Bangli.
Menyikapi pro kontra yang terjadi di masyarakat tersebut, Anggota DPRD Bangli I Nengah Darsana saat dikonfirmasi awak media, Selasa (29/1/2019) menilai wajar aspirasi yang pro kontra berkembang di masyarakat menyikapi rencana Bupati tersebut. Menurut politisi Partai Golkar asal Desa Landih ini, berkaitan dengan maskot suatu daerah, sejatinya apa saja boleh dijadikan maskot asalkan menjadi ciri khas daerah bersangkutan.
“Dulu kita pernah menggaungkan anjing Kintamani yang sempat di bilang sebagai maskot dan menjadi ikon kebanggaan kita. Tapi sampai sekarang justru tidak ada gaungnya. Lantas sekarang apa sih spirit dan target pemerintah daerah menjadikan bunga Gumitir sebagai maskot Bangli? Itu yang kita tanyakan,” ungkapnya.
Sebab lanjut dia, yang namanya maskot adalah benda atau barang yang menjadi sebuah ciri khas dari daerah setempat. Dengan kata lain, pihaknya pun menyampaikan keherannya kenapa Bupati Bangli justru berencana memperdakan Bunga Gumitir sebagai maskot Bangli. “Bunga gumitir itu, kan bukan asli dari Bangli. Kalau itu dijadikan mascot, rasanya kurang pas untuk Bangli. Terlebih dulu juga sempat digaungkan, bunga pucuk bang. Sedikit tidaknya, bunga pucuk bang rasanya lebih masuk karena memang terkenal adanya di Bangli dari dulu,” jelasnya.










